Powered By Blogger

Rabu, 30 Januari 2013

Prediksi Passing Grade SNMPTN 2013 ( IPA )

Sumber Di dapat dari http://situs-snmptn.blogspot.com/2012/07/passing-grade-snmptn-2013.html

PASSING GRADE SNMPTN 2013-Berikut adalah kemungkinan Passing Grade SNMPTN 2013. Semoga  Passing Grade SNMPTN ini dapat membantu anda untuk mempersiapkan dari sekarang masa depan anda…n_n
Perlu diingat… Passing Grade di bawah ini benar” diperkirakan sebagai standart minimal masuk…bukan seperti passing grade biasa , jika ada lolos passing grade biasa itu hanya RATA RATA nilai bukan batas minimal !!! Passing grade ini berdasarkan perhitungan jumlah peminat dan kursi yang di sediakan oleh setiap universitas, jadi passing grade ini hanya sekedar gambaran bukan real passing grade yang kita inginkan. INGAT INI HANYA SEKEDAR GAMBARAN DARI PERSAINGAN KETIKA SNMPTN 2012, SUKSES UNTUK PESERTA SNMPTN DAN SBMPTN 2013!!!

Passing Grade UNSRI
181544 Agrobisnis 39.86
181246 Agronomi 39.02
181142 Biologi 42.38
180943 Fisika 41.38
181641 Ilmu Hama 40.27
181343 Ilmu Tanah 39.86
181045 Kimia 40.16
180846 Matematika 41.26
181946 Nutrisi Ternak 40.00
182145 Pend. Biologi 39.16
182346 Pend. Fisika 39.16
182242 Pend. Kimia 36.52
182041 Pend. Matematika 39.44
180645 Pendidikan Dokter 51.66
181447 Penyuluhan Pertanian 38.88
181745 Tek Hasil Pertanian 41.11
180541 Teknik Elektro 56.11
180347 Teknik Kimia 51.66
180444 Teknik Mesin 51.66
180243 Teknik Pertambangan 52.08
181842 Teknik Pertanian 42.83
180146 Teknik Sipil 52.91

Passing Grade Institut Teknologi Bandung (ITB)
351015 FITB 53.47
351031 FMIPA 52.94
351083 FTI 64.93
351091 FTMD 53.23
351045 FTSL 53.20
351023 FTTM 53.57
351104 SAPPK 57.00
351053 Sekolah Farmasi 54.71
351061 SITH 51.20
351075 STEI 65.07

Passing Grade UGM (Universitas Gadjah Mada)
471225 Agronomi 45.05
471336 Arsitektur 53.61
471011 Biologi 47.72
471144 Budidaya Hutan 42.70
471285 Budidaya Perikanan 44.83
471211 Elektronika & Instrumentasi 52.04
471025 Farmasi 51.53
471152 Fisika 49.20
471425 Fisika Teknik 52.46
471203 Geofisika 50.19
471033 Geografi dan Ilmu Lingkungan 45.60
471085 Gizi Kesehatan 50.04
471322 Ilmu dan Industri Peternakan 47.72
471263 Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 44.16
471071 Ilmu Keperawatan 46.04
471471 Ilmu Keperawatan Gigi 45.08
471182 Ilmu Komputer 51.80
471241 Ilmu Tanah 46.02
471041 Kartografi dan Penginderaan Jauh 44.56
471106 Kedokteran Hewan 48.19
471136 Kehutanan 43.50
471166 Kimia 51.50
471114 Manajemen Hutan 41.80
471306 Manajemen Sumberdaya Perikanan 40.69
471174 Matematika 48.44
471314 Mikrobiologi Pertanian 46.51
471055 Pembangunan Wilayah 51.26
471233 Pemuliaan Tanaman 45.33
471093 Pend. Dokter Gigi 52.35
471063 Pendidikan Dokter 57.70
471271 Penyuluhan dan Kom Pertanian 44.30
471344 Perencanaan Wilayah dan Kota 51.26
471255 Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis 47.60
471196 Statistika 50.04
471463 Tek. Industri Pertanian 52.36
471455 Tek. Pangan dan Hasil Pertanian 47.66
471382 Teknik Elektro 61.65
471352 Teknik Geodesi dan Geomatika 50.10
471366 Teknik Geologi 49.65
471433 Teknik Industri 61.00
471374 Teknik Kimia 60.62
471396 Teknik Mesin 57.76
471411 Teknik Nuklir 55.30
471441 Teknik Pertanian 50.61
471403 Teknik Sipil dan Lingkungan 54.60
471122 Teknologi Hasil Hutan 42.25
471293 Teknologi Hasil Perikanan 41.25
471323 Teknologi Informasi 45.54

Passing Grade Universitas Indonesia (UI)
311136 Arsitektur 56.02
311233 Arsitektur Interior 51.41
311063 Biologi 49.30
311071 Farmasi 52.60
311041 Fisika 49.00
311085 Geografi 45.75
311255 Gizi 50.04
311152 Ilmu Keperawatan 47.00
311166 Ilmu Komputer 51.69
311174 Kesehatan Masyarakat 51.94
311055 Kimia 51.60
311033 Matematika 47.95
311025 Pend Dokter Gigi 52.60
311011 Pendidikan Dokter 58.10
311225 Sistem Informasi 50.00
311114 Teknik Elektro 61.51
311182 Teknik Industri 61.40
311144 Teknik Kimia 61.00
311211 Teknik Komputer 50.00
311203 Teknik Lingkungan 53.88
311106 Teknik Mesin 59.00
311122 Teknik Metalurgi dan Material 51.66
311196 Teknik Perkapalan 48.03
311093 Teknik Sipil 55.00
311241 Teknologi Bioproses 44.50

Passing Grade ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
511136 Arsitektur 55.27
511055 Biologi 46.00
511011 Fisika 48.19
511041 Kimia 50.66
511025 Matematika 48.61
511166 Perencanaan Wilayah Kota 49.72
511211 Sistem Informasi 51.67
511033 Statistika 49.65
511071 Teknik Elektro 61.01
511093 Teknik Fisika 52.69
511152 Teknik Geomatika 48.16
511106 Teknik Industri 60.72
511203 Teknik Informatika 62.44
511182 Teknik Kelautan 53.00
511085 Teknik Kimia 60.00
511144 Teknik Lingkungan 51.50
511114 Teknik Material 50.65
511063 Teknik Mesin 56.77
511174 Teknik Perkapalan 59.86
511122 Teknik Sipil 53.75
511196 Teknik Sistem Perkapalan 55.97


Passing Grade UNS
441044 Agrobisnis 44.58
441036 Agroteknologi/Agroekoteknologi 44.72
441082 Arsitektur 47.77
441155 Biologi 43.62
441133 Fisika 44.05
441066 Ilmu & Teknologi Pangan 49.02
441171 Ilmu Komputer 51.69
441141 Kimia 44.64
441125 Matematika 44.72
441222 Pend Teknik Bangunan 40.50
441206 Pend. Biologi 40.94
441185 Pend. Fisika 41.38
441193 Pend. Kimia 40.69
441214 Pend. Matematika 44.72
441222 Pend. Teknik Mesin 42.65
441014 Pendidikan Dokter 55.41
441163 Perencanaan Wilayah dan Kota 51.26
441052 Peternakan 40.80
441022 Psikologi 50.14
441096 Teknik Industri 56.39
441111 Teknik Kimia 52.06
441103 Teknik Mesin 50.00
441074 Teknik Sipil 52.70

Passing Grade IPB (Institut Pertanian Bogor)
230941 Agrobisnis 49.00
230345 Agronomi 44.30
230442 Arsitektur Pertamanan 44.80
331043 Bio Kimia 50.01
233541 Biologi 47.19
231341 Budi Daya Perairan 48.19
233846 Fisika 45.75
230747 Gizi Masyarakat 44.30
230241 Hortikultura 44.16
230844 Ilmu Hama 44.16
231847 Ilmu Kelautan 46.66
233742 Ilmu Komputer 50.91
230643 Ilmu Tanah 45.51
231244 Kedokteran Hewan 48.19
233243 Kimia 48.00
232843 Konserv SD Hutan 43.13
231445 Manaj SD Perairan 40.69
232642 Manajemen Hutan 44.58
233645 Matematika 44.02
233347 Meteorologi 49.07
232441 Nutrisi Ternak 44.72
231743 Pemanf SD Perikanan 40.55
230546 Pemuliaan Tanaman 44.88
231147 Penyuluhan Pertanian 44.30
231043 Produksi Ternak 44.65
231646 SosEk Perikanan 40.56
232545 SosEk Peternakan 46.22
232545 SosEk Peternakan 40.55
233444 Statistika 49.04
231542 Tek Hasil Perikanan 41.83
231944 Tek Hasil Ternak 49.80
233146 Tek Industri Pertanian 54.11
232947 Teknik Pertanian 52.11
232746 Teknologi Hasil Hutan 40.55
331273 Teknologi Pangan 51.66

Passing Grade Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 451444 Biologi 42.50
451243 Fisika 43.08
452045 Ilmu Keolahragaan 42.14
452042 Ilmu Keolahragaan 42.14
451347 Kimia 43.08
451146 Matematika 43.18
451042 Pend Teknik Bangunan 40.50
450441 Pend. Biologi 40.55
450247 Pend. Fisika 39.51
451742 Pend. IPA 46.50
450344 Pend. Kimia 40.19
450143 Pend. Matematika 40.22
450947 Pend. Teknik Elektro 43.13
451645 Pend. Teknik Informatika 53.71
450843 Pend. Teknik Mesin 42.65

Passing Grade UNIBRAW
561276 Agribisnis 45.00
561262 Agroekoteknologi 40.00
561062 Arsitektur 51.62
561105 Biologi 44.00
561024 Budi Daya Perairan 42.70
561113 Fisika 45.20
561232 Gizi Kesehatan/Ilmu Gizi 47.08
561313 Ilmu Kelautan 40.00
561216 Ilmu Keperawatan 43.58
561224 Ilmu Komputer 47.77
561121 Kimia 43.75
561016 Manajemen Sumberdaya Perairan 39.00
561135 Matematika 44.72
561143 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan40.55
561305 Pend. Dokter Gigi 46.55
561292 Pend. Dokter Hewan 44.92
561084 Pendidikan Dokter 55.25
561195 Perencanaan Wilayah dan Kota 49.66
561284 Peternakan 41.94
561165 Sosial Ekonomi Perikanan 38.75
561181 Statistika 46.48
561054 Teknik Elektro 56.52
561046 Teknik Mesin 55.94
561076 Teknik Pengairan 40.41
561254 Teknik Informatika 53.71
561173 Teknik Pertanian 41.38
561032 Teknik Sipil 51.66
561151 Teknologi Hasil Perikanan 38.75
561092 Teknologi Hasil Pertanian 40.97
561202 Teknologi Industri Pertanian 47.19

Passing Grade UNAIR
521064 Biologi 47.30
521115 Budidaya Perairan 48.00
521034 Farmasi 50.00
521072 Fisika 46.00
521101 Ilmu Keperawatan 47.66
521042 Kedokteran Hewan 48.75
521094 Kesehatan Masyarakat 48.19
521086 Kimia 50.00
521056 Matematika 46.16
521012 Pendidikan Dokter 56.75
521026 Pendidikan Dokter Gigi 50.50

Passing Grade Universitas Diponegoro (UNDIP)
431184 Arsitektur 52.32
431065 Biologi 43.72
431124 Budidaya Perairan 42.60
431081 Fisika 46.83
431043 Ilmu Gizi 50.04
431146 Ilmu Kelautan 46.94
431035 Ilmu Keperawatan 43.58
431013 Ilmu Kesehatan Masyarakat 51.66
431102 Ilmu Komputer 51.69
431073 Kimia 47.61
431116 Manajemen Sumberdaya Perairan 40.69
431051 Matematika 45.27
431154 Oseanografi 46.81
431132 Pemanfaatan SD Perikanan 40.55
431021 Pendidikan Dokter 55.31
431295 Peternakan 45.19
431214 Psikologi 49.52
431281 Sistem Komputer 50.08
431095 Statistika 47.88
431213 Teknik Elektro 59.00
431273 Teknik Geodesi 50.10
431265 Teknik Geologi 46.96
431235 Teknik Industri 56.69
431205 Teknik Kimia 58.72
431243 Teknik Lingkungan 49.66
431192 Teknik Mesin 53.66
431221 Teknik Perencanaan Wilayah & Kota 50.66
431251 Teknik Perkapalan 54.77
431176 Teknik Sipil 52.52
431162 Teknologi Hasil Perikanan 49.16

Passing Grade Universitas Padjajaran (UNPAD)
262142 Agrobisnis 45.49
261943 Agronomi 42.54
260947 Biologi 43.51
261146 Farmasi 52.42
260843 Fisika 40.32
262246 Ilmu Hama 40.53
262641 Ilmu Keperawatan 45.60
262045 Ilmu Tanah 45.21
260746 Kimia 45.43
261347 Manaj SD Perairan 39.22
260545 Matematika 44.25
262745 Nutrisi Ternak 43.56
261645 Pemuliaan Tanaman 41.54
361092 Pend. Dokter Gigi 50.75
361016 Pendidikan Dokter 56.78
260441 Produksi Ternak 38.13
261243 Psikologi 53.28
262946 SosEk Peternakan 43.03
260642 Statistika 46.21
262842 Tek Hasil Ternak 43.32
262544 Teknik Geologi 44.21
261541 Teknik Pertanian 42.59
262343 Teknologi Pangan 47.74

Passing Grade Universitas Negeri Jenderal Sudirman (UNSOED)
410641 Agrobisnis 40.55
410544 Agronomi 41.66
410246 Biologi 42.72
410745 Ilmu Hama 41.52
410842 Ilmu Tanah 43.75
411242 Kimia 41.75
411346 Matematika 42.16
411041 Nutrisi Ternak 40.00
410946 Pemuliaan Tanaman 41.11
411211 Pend. Dokter Gigi 58.28
410343 Produksi Ternak 40.80
411142 SosEk Peternakan 39.86
410447 Tek Hasil Pertanian 47.16

Passing Grade UNRI
161041 Agrobisnis 39.86
161145 Agronomi 40.00
162446 Biologi 41.27
160842 Budi Daya Perairan 38.69
160246 Fisika 41.25
160946 Ilmu Kelautan 44.38
160343 Kimia 40.10
160745 Manaj SD Perairan 35.27
160142 Matematika 41.27
161547 Pemanf SD Perikanan 38.75
162141 Pend. Biologi 37.64
162342 Pend. Fisika 39.41
162245 Pend. Kimia 37.22
162044 Pend. Matematika 37.63
162044 Pend. Matematika 38.05
161733 Penyuluhan Pertanian D3 38.89
161636 Produksi Pertanian D3 39.86
160641 SosEk Perikanan 36.69
160447 Tek Hasil Perikanan 37.75
161331 Teknik Kimia D3 41.94
161435 Teknik Sipil D3 40.69

Passing Grade UNRAYA
480246 Agrobisnis 35.83
480447 Agronomi 34.24
480842 Arsitektur 43.86
480544 Manaj SD Perairan 34.55
480641 Manajemen Hutan 35.00
482841 Pend. Biologi 36.20
482647 Pend. Fisika 35.30
482744 Pend. Kimia 35.00
482044 Pend. Matematika 37.77
480745 Teknik Sipil 43.17

Passing Grade UNRAM 781141 Agrobisnis 39.02
781044 Agronomi 39.02
780942 Hortikultura 36.25
781342 Ilmu Hama 35.97
780741 Ilmu Tanah 39.86
780443 Nutrisi Ternak 35.55
780644 Pemuliaan Tanaman 39.86
782241 Pend. Biologi 34.28
781245 Penyuluhan Pertanian 38.75
781246 Penyuluhan Pertanian 38.75
780242 Produksi Ternak 34.30
780845 Tek Hasil Pertanian 39.86
781647 Teknik Elektro 47.08
781543 Teknik Mesin 45.83
781446 Teknik Sipil 44.36

Passing Grade UNPATTI
860946 Agrobisnis 35.83
860343 Agronomi 34.44
860842 Ilmu Hama 40.13
861346 Ilmu Kelautan 44.25
860745 Ilmu Tanah 39.86
861041 Manaj SD Perairan 36.25
860447 Manajemen Hutan 38.02
862141 Pend. Biologi 36.25
862245 Pend. Fisika 38.05
862342 Pend. Kimia 39.16
862044 Pend. Matematika 38.61
860544 Produksi Ternak 33.05
860641 Tek Hasil Perikanan 36.11
861443 Teknik Industri 54.69
861547 Teknik Mesin 45.83
860142 Teknik Perkapalan 43.25
860246 Teknik Sist Perkapalan 41.52

Passing Grade UNMULA
500543 Agrobisnis 41.38
500446 Agronomi 34.58
500841 Budi Daya Perairan 38.86
501241 Ilmu Hama 35.97
501144 Ilmu Tanah 41.11
500945 Manaj SD Perairan 34.58
500647 Manajemen Hutan 35.72
502043 Pend. Biologi 37.91
502244 Pend. Fisika 37.77
502341 Pend. Kimia 37.22
502147 Pend. Matematika 36.38
501047 SosEk Perikanan 34.16
500744 Teknologi Hasil Hutan 38.88

Passing Grade UNLANGI
851247 Agrobisnis 40.00
851046 Agronomi 40.00
850646 Arsitektur 44.86
852042 Budi Daya Perairan 36.86
851344 Ilmu Hama 39.02
850743 Ilmu Kelautan 43.80
851143 Ilmu Tanah 40.00
851947 Manaj SD Perairan 35.55
851746 Nutrisi Ternak 40.00
852243 Pemanf SD Perikanan 36.25
850147 Pendidikan Dokter 50.30
851642 Produksi Ternak 36.38
851843 SosEk Peternakan 37.22
852146 Tek Hasil Perikanan 36.75
851441 Tek Hasil Pertanian 41.80
850944 Teknik Elektro 51.52
850847 Teknik Mesin 45.83
851545 Teknik Pertanian 41.11
850244 Teknik Sipil 45.16

Passing Grade UNJEM
760543 Agrobisnis 37.69
760342 Agronomi 39.86
761241 Biologi 42.72
761047 Fisika 43.05
760647 Ilmu Hama 40.97
760446 Ilmu Tanah 41.25
761144 Kimia 42.75
760945 Matematika 41.66
760841 Pend Dokter Gigi 45.66
762244 Pend. Biologi 39.16
762147 Pend. Fisika 40.33
762043 Pend. Matematika 40.22
761345 Pendidikan Dokter 52.12
760245 Tek Hasil Pertanian 44.90
760744 Teknik Pertanian 43.94

Passing Grade UNJ
211344 Biologi 43.29
211642 Fisika 43.08
211947 Ilmu Keolahragaan 42.14
211545 Kimia 43.08
210847 Pend Teknik Bangunan 40.50
210341 Pend. Biologi 40.55
210147 Pend. Fisika 39.51
210244 Pend. Kimia 40.19
210445 Pend. Matematika 40.22
211247 Pend. Teknik Elektro 43.13
210944 Pend. Teknik Mesin 42.65

Selasa, 29 Januari 2013

Kemana Kita Harus Memilih ?

Mahasiswa.kawan teman dan kita semua generasi muda,
Anak-anak muda yang acap kali demonstrasi di jalan-jalan, membakar ban hingga asapnya membumbung hitam, yang selalu memacetkan jalan-jalan besar hingga pedagang sayur-mayur harus kesiangan dan hilang pembeli, serta sejumlah “embel-embel” lain, menjadi citra negatif mahasiswa saat ini. Tak dapat dipungkiri, realitas telah mengantar kita untuk memahami bahwa, telah terjadi pergeseran sosiologis dinamika kemahasiswaan saat ini dari akar sejarahnya.
Sejarah mencatat betapa heroiknya peran-peran mahasiswa pada beberapa dekade sebelum saat ini. Berbagai rezim di berbagai belahan bumi menjadi “korban” idealisme yang digusung oleh mereka, atas nama kepentingan dan kemashlahatan rakyat banyak. Di Indonesia, kisah pergantian kekuasaan negara diwarnai oleh gelombang besar gerakan mahasiswa hingga pelosok-pelosok desa, membahana dan memecah keambiguan demokrasi yang sudah dikekang oleh rezim yang berkuasa selama beberapa waktu. Gerakan mahasiswa menjadi cikal gelombang gerakan sosial untuk melawan tirani yang menindas rakyat.
Dalam konteks ini, mahasiswa memegang peranan signifikan dalam rangka mengawal proses-proses demokrasi, tetapi dalam frame yang masih idealistik. Karena memang, mahasiswa masih segar dan sarat dengan idealisme. Persinggungan dengan realitaslah yang kadang mendistorsikan peran-peran strategis mahasiswa, sehingga pada beberapa kasus, kita jumpai pragmatisasi – bahkan jadi kapitalisasi – yang telah merasuk jauh ke dalam norma-norma ideal mahasiswa.
Mahasiswa; Ikhtiar Menjadi Tangan Tuhan
Dalam perspektif sosial, posisi mahasiswa menjadi sangat strategis dan dianggap memiliki peran dalam mewarnai hidup pada level selanjutnya; saat seorang sarjana memasuki dunia masyarakat sesungguhnya. Bermahasiswa seharusnya merupakan proses pengembangan diri secara acak (random), yang diprakarsai oleh kemerdekaan dan kebebasan manusiawi di dalam ruang-ruang interaksinya.
Dunia kemahasiswaan menjadi lebih pas dianalogikan sebagai sebuah aquarium citra diri, dimana di dalamnya terjadi reaksi-reaksi simbolik – tidak sesungguhnya real – yang dibangun atas kerangka idealitas dan kemerdekaan, mengangkat peran-peran sosial secara dominan agar pencitraan menjadi lebih nyata di masyarakat. Secara tidak langsung, predikat mahasiswa menjadikan seseorang, secara sosial “terkondisi” menyesuaikan dirinya dengan asumsi-asumsi publik tentang apa dan bagaimana itu mahasiswa.
Jika mencoba lebih arif memandang keseluruhan proses di dalamnya, proses bermahasiswa menjadi perlu dilalui karena di dalamnya ada konteks pemanusiaan (humanisation). Sebuah proses yang memungkinkan kita mengoptimalkan potensi-potensi fitrawi secara lebih bisa dipertanggungjawabkan, dalam kerangka rasionalitas intelektual.
Berada dalam dunia sendiri menjadikan terbukanya peluang maksimaliasasi daya kritis mahasiswa terhadap realitas eksternal yang menyangkut khalayak banyak. Itulah mengapa banyak alumni perguruan tinggi yang dengan mahsum mengatakan bahwa, idealisme yang mereka agung-agungkan – ketika masih berstatus mahasiswa, menjadi sulit dipertahankan kemurniannya saat harus bersinggungan dengan realitas sebenarnya di masyarakat.
Saya hendak mengatakan bahwa, dunia mahasiswa ibarat dunia yang dipenuhi simbol-simbol ideal, yang dalam proses di dalamnya memungkinkan tumbuhnya perspektif beragam atas simbol-simbol tersebut, hingga pada beberapa terminasi berhasil melahirkan konstruk kesadaran baru. Spirit yang lahir dari konstruk kesadaran baru ini mengantarkan mahasiswa menjadi entitas yang selalu disandingkan dengan terma : “agent of change”, “social criticus”, dan lain sebagainya istilah. Inilah mahasiswa, kaum intelektual muda yang acap kali harus berbenturan dengan realitas; kekuasaan, kedzaliman, ketidakadilan dan ketidakbenaran. Realitas yang secara lazim menjadi keseharian masyarakat marginal di dunia ini.
Jika mencoba memahami hakekat penciptaan manusia, entitas mahasiswa – dalam perspektif seperti di atas, menjadikan mahasiswa tidak berlebih jika dianggap sebagai pembela masyarakat marginal. Dalam tradisi dan kajian teologis, entitas Tuhan menjadi sering dialamatkan sebagai Tuhannya kaum marginal (miskin)/Robbul Mustadhifin. Artinya, secara sederhana semua proses pemihakan atas hak-hak kaum marginal menjadi layak disebut sebagai kerja-kerja ketuhanan. Menjadi pelindung mereka, baik dari kedzaliman, kesewenang-wenangan, ketidakadilan, dsb – sebagaimana secara ideal diperankan mahasiswa, pun dapat dianggap sebagai ikhtiar menjadi tangan-tangan Tuhan. Begitu ideal rupa karakter mahasiswa yang selayaknya.
Mahasiswa dan Tradisi Belajar
Semua tempat adalah sekolah dan semua waktu adalah belajar. Demikian kesimpulan provakatif tokoh-tokoh besar demokratisasi pendidikan yang selama ini digaungkan. Menjadi mahasiswa, mengkonsekuensikan proses pembelajaran yang mesti dijalani, sebagai syarat sosial untuk menyandang predikat tersebut. Artinya, bukan mahasiswa kalau tidak belajar!
Dalam sejarah peradaban, proses belajar menjadi rutinitas manusia, baik secara sadar maupun tidak sadar. Terkadang pengetahuan didapatkan secara tidak disengaja, sepintas saat bersinggungan dengan realitas, tetapi kemudian banyak bermanfaat dalam keseharian berikutnya. Sebagaimana diketahui bahwa, proses belajar adalah upaya untuk mengetahui hal-hal yang belum diketahui; mengerti hal-hal yang belum dimengerti. Maka mendapat pengetahuan juga adalah bagian dari proses belajar, apalagi jika pengetahuan yang diraih bermanfaat secara produktif untuk mendapatkan pengetahuan tambahan berikutnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, belajar sebagai tradisi bermahasiswa, kemudian mengalami pembatasan-pembatasan, khususnya dalam mendefenisikan proses belajar sebagai apa. Formalitas persekolahan dalam penyelenggaran negara kita, menyebabkan program sekolah harus juga diukur dalam takaran-takaran objektif-materiil. Munculnya penyeragaman kuliah, SKS, absensi dan lain sebagainya, menjadi simbol mekanisasi pendidikan yang sesungguhnya sangat kontradiktif dengan pahaman ideal-ideal yang dianut mahasiswa.
Berhadapan dengan hegemoni kekuasaan ini, mahasiswa harus rela melakukan “penyesuaian-penyesuaian” idealistik agar menjadi lebih realistik. Jika tidak, maka kepunahan mengambang di depan mata. Maka diiyakanlah munculnya proses dialektis. Dialektika yang terbangun dalam bermahasiswa kemudian banyak berimplikasi pada serupa apa bentukan-bentukan intelektual dan kualitas luaran perguruan tinggi.
Tradisi belajar mahasiswa pada kenyataannya saat ini, mengalami pergeseran-pergeseran makna. Dari pahaman ideal bahwa keseluruhan proses bermahasiswa merupakan kesatuan pembelajaran (masuk kuliah di kelas, diskusi di kantin hingga kencan di taman baca), menjadi terbatas hanya pada ceramah-ceramah formal dosen di kelas, absensi, hingga tugas-tugas yang tidak kontekstual. Pergeseran makna belajar inilah yang akhirnya banyak melahirkan generasi baru “mahasiswa simbolik” atau “mahasiswa virtual” – ada dalam status sebagai “mahasiswa”, tetapi tidak maujud dalam realitas sesungguhnya. Simbol kemahasiswaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya sebagai benar-benar mahasiswa.
Tetapi tidak sedikit juga sebenarnya kelompok mahasiswa yang masih tetap membudayakan statusnya sebagai keseluruhan proses pembelajaran. Mereka yang, dengan harus menanggung konsekuensi yuridis akibat pembangkangan atas aturan, masih mampu bertahan dalam tradisi yang merdeka untuk mengetahui dan mengerti hidup, dengan jalan apa saja – berorganisasi, berpetualang, berjalan-jalan, bakti sosial dan sebagainya.
Secara bersamaan, kelompok mahasiswa yang kedua ini menghadapi sejumlah benturan. Selain konsekuensi secara akademis, pun secara sosial mengundang banyak tanya tentang keberpihakan: siapa sebenarnya yang layak disebut “mahasiswa”; yang taat aturan-kah atau yang memerdekakan dirinya dari aturan tersebut-kah? Pertanyaan antara siapakah yang bermahasiswa : yang belajar rutin di ruang kuliah-kah atau mereka yang banyak luangkan waktunya berdiskusi di taman-taman baca-kah? Tak jarang, secara psikologis fenomena ini membuat disparitas yang sangat demarkatif antara dua kelompok anutan di atas.
Pada kenyataannya, jenis kesadaran baru mulai mendesak muncul, perlahan menggantikan persepsi keidealan “mahasiswa”, mengkonstruk pengertian bahwa bermahasiswa adalah bagaimana bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat dan setelah sarjana dapat pekerjaan layak. Ini mulai mewabah menyusul semakin tidak berpihaknya sistem pembelajaran dan kurikulum pendidikan di negara kita. Wajar kalau kemudian, tradisi belajar dengan segala dinamikanya, banyak berpengaruh dalam membangun seperti apa prototipe gerakan kemahasiswaan saat ini. Tak terkecuali, pergeseran prototipe gerakan mahasiswa juga didasari oleh sejauh mana evolusi pengertian belajar di kalangan mahasiswa itu sendiri.
Pergerakan Mahasiswa dan Perubahan Sosial
Idealisme yang terbangun saat menjalani proses bermahasiswa – asal tidak terjajah oleh sistem pendidikan mekanistik dan newtonian saat ini, menjadi senjata pamungkas dalam menggerakkan sejumlah potensi yang dimiliki mahasiswa. Yang lebih konkrit adalah basis massa yang begitu besar di negara kita. Penyikapan atas tirani yang mengangkangi rakyat atau atas ketidakadilan sosial – seperti yang jamak dicatat sejarah – banyak terbangun atas solidaritas intelektual yang dikuatkan oleh masih besarnya irritabilitas sosial yang dimiliki mahasiswa. Tetapi kuantitas dan kualitas pergerakan mahasiswa ini, kemudian menunjukkan grafik massifitas yang menurun seiring dengan semakin menguatnya hegemoni kekuasaan dalam kampus.
Relatif berbeda dengan masa lalu, saat mana kampus selalu menjadi satu suara untuk rakyat, baik itu birokrat, dosen maupun mahasiswanya. Pergeseran tradisi pembelajaran secara signifikan kini telah berhasil menutup ruang-ruang kreatifitas mahasiswa dalam membangun pergerakan akibat sempitnya kesempatan aktualisasi. Birokrat kampus malah menjadi musuh bersama karena menjadi kaki tangan tirani. Tak jarang juga terjadi, sebagian dosen, bahkan akhirnya menjadi rival bagi mahasiswa, khususnya dalam proses yang menunjukkan keberpihakannya terhadap pembelaan mahasiswa atas realitas sosial yang terjadi, saat diperhadapkan dengan kepentingan akademik yang diasuhnya.
Kondisi di atas semakin diperparah oleh menjangkitnya ideologi kapitalisme dalam benak sebagian besar masyarakat kita. Budaya instan menjadi warna harian yang selalu kita saksikan, menyerang siapa saja, tak terkecuali mahasiswa. Hampir seluruh sendi-sendi masyarakat digerogoti virus yang bernama materialisme, termasuk dunia mahasiswa.
Realitas yang ada mengkondisikan terjadinya dialektika. Dalam posisinya kini, mahasiswa diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang secara meyakinkan – apapun pilihannya – akan banyak menentukan warna hidupnya ke depan. Berada pada persimpangan, saat mana beragam kebutuhan individual dan desakan lingkungan menari-nari di depan mata. Mulai dari desakan orang tua sebagai penyandang dana terbesar hingga tuntutan peraturan akademik yang membatasi lama masa kuliah. Juga tak luput, tekanan psikologis yang terbangun akibat desakan sosial yang sangat “mendewakan” mahasiswa serta kebutuhan individual akan kontekstualisasi idealisme yang dipahami. Kemampuan berdialektika mahasiswalah yang akan banyak mempengaruhi apa dan sejauh mana pilihan yang diambilnya.
Membangun Harapan, Mendefenisi-aktualkan Identitas
Saya masih meyakini bahwa, perubahan merupakan keniscyaan untuk lebih baik meskipun tidak selamanya akrab berakhir menjadi “baik” – seperti yang diharapkan. Ketakmampuan menentukan pilihan dan memikul konsekuensi atasnya, membuat mahasiswa saat ini terjebak dalam keterpurukan, larut dalam euphoria dan nostalgia historis akan kebesaran nama. Sebuah fenomena psikologis yang dikenal sebagai syndrome megalomania.
Padahal, dalam teori perubahan apa pun, selalu dikatakan bahwa perubahan sosial akan selalu diiringi dengan respon-respon sosial yang banyak berakhir pada perubahan paradigmatik. Kultur sosial menjadi sasaran yang paling empuk dari sebuah proses transformasi. Yang terjadi saat ini dalam dunia kemahasiswaan tiada lain adalah, perubahan paradigma tentang seperti apa sesungguhnya yang “ideal” tentang mahasiswa dan bagaimana meraihnya. Tak ayal, benturan-benturan kultural menjadi sangat memungkinkan terjadi yang – jika mahasiswa tidak siap menghadapinya – akan berpengaruh signifikan dalam menghegemoni proses transformasi idealitasnya.
Sebenarnya ini telah dan tengah berlangsung dalam dinamika kemahasiswaan sekarang. Pergeseran “identitas” akhirnya menempatkan mahasiswa dalam posisi “perbatasan”, sehingga cenderung menampakkan dirinya sebagai entitas tanpa identitas yang jelas. Tarik-menarik terjadi, mengisi ruang-ruang ekspresi yang miskin makna, bahkan cenderung menjadi sulit dibedakan : antara idealisme dan pragmatisme. Padahal, justru dengan identitaslah, mahasiswa menjadi jelas arah dan orientasi eksistensialnya. Istilah “identitas yang abu-abu” yang menjadi label mahasiswa saat ini, menjadi gamang dimengerti. Bahkan seakan tak berlebih menyebutnya sebagai generasi “tanpa identitas” atau ber-”identitas tiruan”.
Menjadi perlu melakukan re-identitasi, khususnya saat mahasiswa berada pada titik persimpangan yang sarat pilihan. Lebih realistis dalam membangun pahaman, mungkin akan banyak mendukung untuk menemukan proporsionalitas gerakan. Menghindari keterjebakan pada kultur baru menuntut komitmen tinggi dari kalangan mahasiswa untuk mulai mengatakan : Kami adalah Kritikus Kehidupan!”. Konsekuensinya, dalam keterbatasan ruang ekspresi, kreativitas menjadi niscaya dihadirkan sebagai alat agar dapat bertahan eksis.
Saya kira, memberi waktu sejenak bagi jiwa-dalam diri mahasiswa-untuk memanggil suara hati yang fitrah, dapat dilakukan untuk menyegarkan kembali “ingatan-ingatan” primordial tentang seperti apa hidup dan bagaimana menjalaninya sebagai khalifah. Menyadari secara kontekstual tanggung jawab setiap manusia, bisa merunut tradisi ideal yang menjadi identitas mahasiswa yang sebenarnya. Syaratnya, memerdekakan diri berikut pemikiran mahasiswa dari jebakan penjajahan ideologis, harus diikhtiarkan sedini mungkin. Dialektika menuntut adanya kesediaan dialogis yang terbangun dari pribadi-pribadi sadar.
Melawan hegemoni kapitalisme dan penjara birokrasi harus dilakukan secara sistematis dan tidak asal meletup-letup. Ia harus diawali dengan membangun kesadaran dan kesamapahaman di kalangan mahasiswa, melalui proses yang demokratis. Jika saat ini, bipolarisasi mahasiswa (antara mahasiswa “idealis” dan mahasiswa “realis”) menjadi kenyataan objektif, maka mempertemukan keduanya dalam nuansa yang demokratis menjadi konsekuensi membangun gerakan baru. Potensi yang tercerai berai harusnya dicarikan jalan keluar untuk dapat diunifikasi kembali, seperti halnya bipolarisasi mahasiswa saat ini. Mengawali pahaman bahwa setiap polar tersebut didasari oleh argumen-argumen manusiawi, menjadi sangat perlu dilakukan. Saya kira, persinggungan dialogis antara kedua kutub ini memungkinkan terbangunnya kesepahaman baru tentang seperti apa dan bagaimana “bermahasiswa” yang kontekstual.
Selain itu, harus juga diingat bahwa dalam setiap sejarah perubahan, elemen waktu menjadi unsur penting, dimana di dalamnya ada yang disebut sebagai “proses”. Budaya instan yang menghegemoni kultur tradisional kita, tanpa sadar sesungguhnya banyak menganaktirikan proses. Padahal, bermahasiswa – dalam pandangan ideal – adalah juga ikhtiar menjadi lebih manusia. Bermahasiswa tiada lain adalah berproses. Sementara dalam setiap proses, anasir waktu menjadi signifikan perannya. Saya hanya ingin mengatakan, melakukan re-identitasi untuk selanjutnya mereposisi pergerakan, mutlak dipahami sebagai bagian dari proses yang – mau atau tidak mau – memerlukan banyak waktu. Tidak serta merta menjadi. Karenanya, upaya ini mestilah direncanakan secara sistematis dengan kesediaan menghemat energi idealisme yang masih tersisa, untuk mengawalnya sampai tuntas. Sebab, harus diingat juga bahwa, salah satu sebab kegagalan pergerakan mahasiswa selama ini, selain yang dituliskan di atas, adalah juga karena pemborosan energi secara tidak efektif dan efisien, menyebabkan banyak agenda yang akhirnya terbengkalai sebelum semuanya rampung. Gagal karena kehabisan energi pengawalan.
Secara ekstrim, keberanian untuk melakukan lompatan-lompatan kualitas dan lateralisasi strategi, khususnya dalam mereposisi pergerakan, tak ada salahnya dicoba. Ini dapat dipahami karena kadang, kestatisan gerakan membuat kemandulan kreativitas, karenanya mencoba melampaui batasan-batasan yang sebelumnya sudah ada, tentunya akan banyak membantu dalam memproduksi energi kreatif baru. Energi yang (mungkin) dibutuhkan untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan gerakan mahasiswa. Benturan-benturan pahaman dari banyak mahasiswa, jika dikelola secara positif, dapat mengkreasi sumber daya yang produktif. Syaratnya, keberanian dan kesungguhan dalam mempropagasi dialektika yang dialogis, dalam suasana demokratis, harus dibangun dari saat ini. Sekali lagi, semua ini adalah proses, dan setiap proses pasti memakan waktu.
Dipersimpangan ini, tidak bisa tidak, kita – mahasiswa – harus meletakkan pilihan. Memilih adalah juga proses yang manusiawi, konsekuensi kekhalifaan manusia. Nah, kemana pilihan kita. Kembali ke identitas lama atau menjadi lebih realistis dengan kecenderungan kultur seperti saat ini-kah? Atau membangun identitas baru yang lebih proporsional dan dapat diterima bersama-kah?
Mahasiswa harus menjawab!!!!

Black and White Kehidupan Mahasiswa di Kampus

Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang Banyak hal yang membuat predikat yang satu ini menjadi incaran dan rebutan bagi siapapun yang doyan kenikmatan dunia, antara lain memuaskan dahaga akan ilmu, atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari, bahkan ada juga yang sekedar buat gengsi dan kesenangan. Berbagai alasan inilah yang kelak akan menentukan tipe mahasiswa apakah dia ketika berkiprah di bangku perkuliahan, di samping faktor lain yaitu pergaulan yang dipilih.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sebuah perguruan tinggi, yang terlintas dalam benak kebanyakan mahasiswa adalah bagaimana supaya dapat kuliah dengan baik, mencapai cita-cita yang sejak awal dibawa dari kampung atau tempat asal, seterusnya mendapat pekerjaan yang baik. Gambaran tentang kehidupan kampus yang sebenarnya masih tampak buram.
Tetapi apa yang terjadi kemudian, selang beberapa waktu kemudian terjadi perubahan seiring dengan perjalanan akademik mahasiswa. Setiap orang mulai memilih jalannya sendiri-sendiri. Apakah dari segi teman sepergaulan, termasuk kegiatan kampus apa yang dilakoni, juga di organisasi mana tepat berkiprah. Semua itu tergantung dari pemahaman dan idealisme masing-masing. Maka jadilah mahasiswa itu bergolong-golongan dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang mewarnai era yang serba cepat ini. Yang mengakibatkan merebaknya berbagai pemahaman dan ideologi atau pemikiran yang beraneka macam di kalangan mahasiswa. Kondisi ini, tak ayal mempengaruhi kelakuan mahasiswa itu sendiri beserta gaya hidupnya yang datang dari pemikiran yang dianutnya.
Pemikiran yang datang dari barat seperti paham kebebasan (liberalisme), hedonisme, sekularisme, kapitalisme dan sosialisme, termasuk pluralisme dan sinkretisme, mau tak mau harus dikonsumsi oleh berbagai kalangan Termasuk mahasiswa sebagai bagian dari target propaganda pemikiran tersebut. Yang kemudian memaksa banyak mahasiswa untuk berpaham machiaveli (menghalalkan segala cara) untuk mencapai segala keinginannya sebagai refleksi dari pemikiran-pemikiran ini. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Hidup dianggap syurga, kuliah dianggap tamasya dan melupakan alam yang kekal. Bergelimang dalam kesesatan, terperangkap dalam dosa. Mengejar kenikmatan sesaat. Walhasil, banyak mahasiswa yang terperangkap oleh kehidupan pragmatis.
Di tengah-tengah kehidupan kampus yang nyaris merampas seluruh waktu dan tenaga lebih-lebih materi. Kuliah yang harus tepat waktu, memburu dead-line tugas-tugas membosankan pemberian dosen, obrolan sia-sia dan menjemukan dengan teman se-gank. Belum lagi ditambah masalah pribadi dan keluarga. Semua itu nyaris membuat banyak mahasiswa enggan untuk melirik sisi lain dari kehidupan ini. Suatu dimensi kehidupan dimana yang menjadi target adalah keridhaan Allah dan alam akhirat. Yang familiar dengan sebutan hidup fii sabilillaah.
Tak bisa disangkal bahwa tidak semua mahasiswa terperangkap dengan fakta kehidupan. Banyak juga yang memilih untuk mempersembahkan diri dan hidupnya untuk menegakkan kebenaran, menjadi generasi peduli umat. Mengorbankan harta, kuliah, untuk tegaknya kalimat Laailaahaillallaah Muhammadurrasullullaah, sebagai suatu simbol kebenaran dan kemuliaan sejati. Berjuang membebaskan manusia dari segala pemikiran-pemikiran sesat, yang tak jarang datang dari kalangan mahasiswa teman sepergaulan.
Kehidupan kampus yang merupakan salah satu bagian dari proses kehidupan, ternyata mampu memberikan gambaran masa depan setiap personal yang terlibat di dalamnya. Ini bisa dilihat dari out put yang telah tercover menjadi sarjana. Jalan hidup yang dipilihnya rata-rata hanyalah melanjutkan aktivitas yang dibiasakannya ketika di bangku perkuliahan, demikian juga halnya dari segi pemikirannya. Benarlah sebuah maksim bahwa “Custom make all thing easy”, kebiasaan membuat segalanya mudah.
Oleh karena itu hendaklah mahasiswa sedini mungkin pandai-pandai mendeteksi exixtensi berbagai pengaruh yang setiap saat menyerang pemikirannya. Yang tentu saja pemikiran itu akan mempengaruhi pola kehidupannya, sekarang, dan nanti.

Fakultas yang Menjanjikan prospek kerja dengan gaji menggiurkan

Hei para MAHASISWA, gaji besar siapa yang ngak mau...
dengan gaji cetar membahana ala syahini siapa yang ngak mau?
pilih fakultas mu dan sampai ketemu di masa depan bersamaku...
ingat,harus saling mendoakan ya..

 10 fakultas dengan prospek gaji tinggi
Setiap orang pasti pengen punya gaji besar apabila ia bekerja nantinya. banyak orang memilih pendidikan yang bagus untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus pula. misalnya kedokteran, teknik, insinyur dan sebagainya. nah di thread ini ane akan membahas tentang 10 fakultas dengan prospek gaji tertinggi. data ini diambil oleh CNN berdasarkan hasil sensus di amerika sana. well amerika berbeda dengan indonesia, ya meskipun demikian sepertinya data yang dikumpulkan juga ga jauh berbeda dengan indonesia. so here we go..........
10. Teknik Pertambangan



Di urutan ke 10 adalah Teknik Pertambangan contohnya adalah insinyur yang mengeksplorasi batubara dan berlian, mereka mencari tahu cara terbaik untuk mengambilnya dari bumi. Mereka juga belajar bagaimana untuk mencari mineral dan merancang dan mengembangkan tambang.agan bisa bekerja di Antam, Freeport, Newmont, dllgaji rata2 nya adalah $80,000 

9. Teknik Metalurgi



Di urutan ke 9 adalah Teknik Metalurgi. Mungkin masih jarang yang mengetahui tentang metalurgi. Metalurgi belajar bagaimana merangcang logam, mempelajari sifat logam dan memecahkan masalah dalam bidang manufaktur. Insinyur metalurgi sering bekerjasama dengan insinyur pertambangan dalam proses ekstraksi bijih logam setelah ditambang. Agan bisa bekerja di Krakatau Steel atau perusahaan smelter lainnya, gaji rata2nya adalah $80,000 

8. Teknik Mesin



di urutan ke 8 ada Teknik Mesin. Teknik mesin adalah salah satu disiplin ilmu teknik tertua dan paling luas. permintaan tinggi sejak penemuan mesin uap di bagian terakhir dari abad ke-18 dan awal Revolusi Industri. udah tua yah, kalo bidang ini lapangan pekerjaannya banyak, bisa di industri otomotif, elektronika, kimia bahkan penerbangan gaji rata2nya adalah $80,000

7.  Teknik Perkapalan



di urutan ke 7 ada Teknik perkapalan. teknik perkapalan ini kerjaannya design kapal. mulai dari kapal yang kecil misalnya kapal patroli sampai yang besar misalnya kapal tanker bisa juga untuk mendesign kapal perang, kalo untuk tempat bekerjanya bisa di PT PAL atau di galangan lain milik swasta, gaji rata2nya adalah $82,000 

6. Teknik Elektro



diurutan ke 6 ada Teknik Elektro. teknik elektro ini ada arus kuat ada arus lemah, kalau arus kuat agan bisa bekerja di pembangkit listrik dan sebagainya kalau arus lemah agan bakalan membuat produk2 elektronika yang sekarang ini prospeknya lagi berkembang pesat di Indonesia, tempat bekerjanya bisa di PLN, Samsung, Toshiba, dll bahkan bisa juga ke perusahaan minyak, gaji rata2nya adalah $85,000 

5. Teknik Kimia



di urutan ke 5 ada Teknik Kimia. Teknik Kimia mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik, tempat bekerjanya juga luas banyak sekali pabrik yang butuh lulusan teknik kimia, ga heran kalo rata2 gajinya $86,000 

4. Teknik Penerbangan



diurutan ke 4 ini ada Teknik Penerbangan. Teknik Penerbangan mempelajari segala sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan upaya penjelajahan manusia di dalam atmosfer atau di luar angkasa. Contohnya adalah aerodinamika, struktur, rancangan pesawat, teknik material, interaksi manusia dan mesin, teknik kendali terbang, aeroelastisitas, teknik propulsi, dan lain-lain. Prospek kerjanya bisa di PT DI, Boeing, Airbus, dll. Gajinya juga lumayan yaitu $87,000

3. Ilmu Komputer



di urutan ke 3 ada Ilmu Komputer atau biasa disebut juga Computer Science. ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang. so awas salah pilih gan prospek kerja juga luas, hampir seluruh kantor perlu programmer, kalo masalah gaji sangat menggiurkan $98,000

2. Ilmu Farmasi

di posisi 2 ada ilmu farmasi. di ilmu farmasi akan dipelajari berbagai bahan untuk membuat obat. dan selain itu farmasi dapat juga bekerja di pabrik maupun apotek, sehingga mempunyai range yang luas, prospek kerja kimia farma, bio farma, dll, dan untuk gajinya $105,000

1.  Teknik Perminyakan

dan yang di urutan pertama adalah Teknik Perminyakan salah satu jurusan di perguruan tinggi yang berfokus kepada tambang minyak, gas, dan panas bumi, meliputi kegiatan pengeboran, eksplorasi, distribusi, dan pengolahannya. Teknik perminyakan sendiri mirip dengan Teknik pertambangan, Teknik perminyakan juga mempelajari sistem yang berhubungan dengan bangunan rig lepas pantai yang sering digunakan dalam eksplorasi minyak lepas pantai dan juga teknologi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi, prospek kerja di pertamina, chevron, BP, dll, dan gajinya adalah $120,000 gaji ini sebanding dengan risiko dalam pekerjaannya.

Si Almamater dan Si Jurusan

Sesuai dengan judul di atas, mahasiswa itu adadua macam yaitu mahasiswa yang mengejar almamaternya saja dan yang mengejar jurusannya saja. Maksudnya Si Almamater itu adalah siswa yang ingin mengejar universitasnya saja dan terserah mau masuk di jurusan apa saja. Berbeda dengan Si Jurusan yang mengejar jurusannya tanpa pikir dimanapun universitasnya. Dari dua macam tipe ini ada negatif dan positifnya. dari negatif Si Almamater, mereka tidak memikirkan prospek kerja ketika mereka masuk di suatu jurusan yang belum tentu minatnya karena mereka hanya mengejar almamater universitas. Sisi negatif Si Jurusan adalah mereka terlalu terobsesi dengan jurusannya tanpa pikir panjang dengan universitasnya sehingga mereka tidak memikirkan tentang kolega atau kerjasama universitas untuk prospek kerja di masa depannya nanti. Sisi positif Si Almamater adalah mereka berada di Universitas yang memiliki kerjasama yang banyak. Sisi positif Si Jurusan mereka berada di pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat. Dari kedua perbandingan itu Si Jurusan memiliki keunggulan karena sesuai dengan minat dan bakat, buat apa kita mahasiswa berada di universitas terkenal tetapi di jurusan yang mungkin tidak diperhitungkan dan belum tentu jurusan tersebut sesuai dengan minat dan bakat kita. Karena kita kuliah itu untuk suatu jurusan yang akan mengantarkan kita ke ilmu yang akan kita gunakan dalam cita - cita kita. Jadi untuk kalian yang  ingin menjadi salah satu dari mereka silahkan memilih mau menjadi Si Almamater atau Si Jurusan, semua itu ada di pikiran dan lihan kalian. Jangan salah pilihan karena penyesalan itu datangnya belakangan.

INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013



I. LATAR BELAKANG
Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi.
Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik dan rekomendasi Kepala Sekolah. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di PTN.

Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikian sekolah diberi kepercayaan merekomendasikan siswanya untuk mendaftar.

II. TUJUAN
Tujuan SNMPTN adalah: 
  1. memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
  2. mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/SMK/MA/MAK, termasuk Sekolah RI di luar negeri.

III. KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN
Ketentuan Umum
  1. SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya.
  2. Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak sekolah dan prestasi akademik siswanya.
  3. Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
  4. Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
  5. Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.
Ketentuan Khusus
Persyaratan Sekolah
Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
  1. SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI di luar negeri. 
  2. Telah mengisi PDSS.
  3. Terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2013.
Persyaratan Siswa Pelamar
Pendaftaran
  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2013.
  2. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS.
  3. Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
  4. Memiliki prestasi akademik di sekolah pada semua semester.
Penerimaan
Lulus dari Ujian Nasional dan Satuan Pendidikan, lulus SNMPTN 2013, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

IV. TATA CARA MENGIKUTI SNMPTN
Pada dasarnya semua siswa kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2013 berhak mengikuti SNMPTN. Untuk mengikuti SNMPTN, harus melalui 2 (dua) tahap yaitu pengisian PDSS dan pendaftaran.
Pengisian PDSS
  1. Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
  2. Kepala Sekolah mendapatkan password setiap siswa yang akan digunakan untuk melakukan verifikasi.
  3. Siswa melakukan verikasi data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dengan menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
  4. Bagi siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.
 Pendaftaran 
  1. Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password, yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
  2. Siswa Pelamar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan. Siswa pelamar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
  3. Kepala Sekolah harus memberi rekomendasi kepada siswa yang sudah mendaftar SNMPTN.
  4. Pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh Kepala Sekolah dan/atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
  5. Siswa pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.

V. JADWAL SNMPTN
Jadwal pelaksanaan SNMPTN adalah sebagai berikut:
Pengisian PDSS
17 Desember 2012 - 8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester 
Pendaftaran 
1 Februari - 8 Maret 2012
Proses Selesksi
9 Maret - 27 Mei 2013 
Pengumuman Hasil Seleksi
28 Mei 2013
Pendaftaran Ulang yang Lulus seleksi 
11 - 12 Juni 2013

VI. PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN
  1. Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati.
  2. Apabila memilih satu PTN, maka PTN yang dipilih dapat berada di provinsi mana pun. Apabila memilih lebih dari satu PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya, atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya.
  3. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) program studi yang diminati pada masing-masing PTN.
  4. Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  5. Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN tahun 2013 dapat dilihat pada laman http://www.snmptn.ac.id selama periode pendaftaran.

VII. BIAYA PENDAFTARAN
Siswa pelamar tidak dikenai biaya pendaftaran.

VIII. PRINSIP DAN MEKANISME SELEKSI
Prinsip Seleksi
  1. Seleksi dilakukan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas secara akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya serta hasil ujian nasional.
  2. Seleksi dilaksanakan dengan memperhatikan kinerja sekolah.
  3. Seleksi dilaksanakan secara objektif, adil, dan akuntabel dengan menggunakan rambu-rambu kriteria seleksi nasional dan kriteria yang ditetapkan oleh PTN masing-masing. 
  4. Hasil seleksi tidak harus memenuhi daya tampung apabila pelamar tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.
Mekanisme Seleksi
Seleksi dilakukan secara bertahap, yaitu:
  1. Tahap pertama, siswa pelamar akan diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi. 
  2. Apabila siswa pelamar tidak terpilih pada PTN pilihan pertama, maka akan diikutkan pada seleksi tahap kedua di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi dan ketersediaan daya tampung.

IX. LAMAN RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA
  1. Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id 
  2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui laman http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041450450
  3. Informasi juga dapat diperoleh dari humas Perguruan Tinggi Negeri terdekat. 
  4. Alamat Panitia SNMPTN 2013: Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4, Jl.Tamansari No.64 Bandung 40116. Telp/Fax. (022) 2530689.

X. LAIN-LAIN 
  1. Siswa yang akan melanjutkan studi di PTN tetapi terkendala dengan biaya dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa Bidikmisi yang informasinya dapat diakses di laman http://bidikmisi.dikti.go.id
  2. Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Tahun 2013 akan diinformasikan melalui laman http://www.snmptn.ac.id dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN Tahun 2013.